Baru-baru ini IGZ (= Inspeksi untuk Layanan Kesehatan) telah menyusun daftar 150 rumah perawatan, yang lalu dibagi menjadi 4 kategori, dan yang kemudian diumumkan.
Sampai dengan malam hari tanggal 5 Juli y.b.l., perkumpulan asosiasi gabungan industri ‘Actiz’  – Nusantara  menjadi anggota asosiasi ini – menghimbau IGZ dan sekretaris negara untuk lebih mementingkan kecermatan daripada kelancaran. Berbagai anggota ‘Actiz’  meminta perhatian IGZ, kementrian dan ‘Actiz’  sendiri bahwa data yang menjadi dasar kategorisasi lembaga mereka sudah ketinggalan, kurang lengkap atau kurang benar. Sayang sekali IGZ dan kementrian VWS memilih untuk tidak mengolah data aktual dalam daftar ini.

Tetapi IGZ menjelaskan bahwa daftar tadi didasarkan pada situasi tanggal 15 Maret 2016 dan bahwa semua perkembangan selanjutnya tidak mempengaruhi pembagian dalam kategori-kategori tadi.
Berikut ini untuk jelasnya urutan kategori-kategori tadi adalah sbb.:
• kategori 1 – pengawasan lanjutan yang intensif
• kategori 2 – pengawasan lanjutan
• kategori 3 – sambil menunggu laporan akhir mungkin dibutuhkan pengawasan lanjutan, mungkin tidak
• kategori 4 – trayek pengawasan diakhiri.

Yayasan ‘Nusantara Zorg’ juga disebut dalam daftar ini. Nusantara dimasukkan ke dalam kategori 4; trayek pengawasan tadinya berlaku untuk ‘Rumah Saya’ dan sudah diakhiri pada tanggal 9 September 2015 karena Nusantara telah membuat rencana perbaikan dan menjalankannya dengan baik.
Dan hal ini juga berarti bahwa di tahun 2016 IGZ tidak lagi mengunjungi Nusantara untuk pengawasan risiko, kecuali jika ada laporan-laporan atau sinyal-sinyal lain memberi alasan untuk tindakan ini.

Sebagai penutup bisa dilaporkan bahwa IGZ dalam sebuah surat mengena lokasi ‘Rumah Saya’ telah melaporkan sebagai berikut (kutipan):

Fokus pada latar belakang budaya, dunia, apa yang menjadi dan kebutuhan para penghuni jelas sekali dalam penataan, menu, penawaran aktivitas dan cara penanganan staf. ‘Rumah Saya’ memberi kesan ketenangan dan kehangatan sehingga para penghuni merasa senang. Kesan ini dibenarkan oleh sepasang suami istri yang sudah berusia lanjut sekali yang sejak beberapa bulan tinggal di ‘Rumah Saya’. Karena perhatian yang cukup dan sesuai dan perawatan yang diberikan kepada mereka, bagi mereka terasa seakan-akan tinggal di rumah sendiri.